Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyakit Ain: Ketika Pandangan Mata Bisa Membawa Bahaya


Pernah dengar istilah "penyakit ain"? Ini bukan penyakit yang bisa dideteksi dokter lewat rontgen atau tes darah, melainkan gangguan supranatural yang dikenal dalam ajaran Islam. 

Apa itu ain, sebenarnya? 
Secara sederhana, ain muncul dari pandangan mata seseorang terhadap orang lain, yang kemudian diikuti perasaan kagum, iri, atau dengki. Bahkan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ain itu nyata adanya. Menariknya, ada dua tipe orang yang bisa "memberi" ain: 
  1. Orang yang memang punya kebiasaan berprasangka buruk, iri, dan dengki di hatinya. 
  2. Orang yang kagum secara tulus tanpa ada niat jahat, tapi lupa berzikir saat melihat sesuatu yang menakjubkan. 
Kenapa bisa kena ain? 
Beberapa pemicunya cukup relate dengan kehidupan sehari-hari, misalnya kebiasaan pamer di media sosial, entah itu flexing kebahagiaan atau kesedihan. Tanda-tanda seseorang terkena ain juga cukup khas: sakit mendadak tanpa sebab medis jelas, mood berubah drastis, badan lemas tiba-tiba, sering mimpi buruk, sampai penyakit yang berulang tapi tak terdiagnosis. 

Cara menjaga diri supaya tidak "memberi" ain 
  1. Ucapkan doa keberkahan saat kagum pada orang lain, seperti "MasyaAllah la quwwata illa billah" atau "Allahumma baarik". 
  2. Kurangi kebiasaan flexing di media sosial. 
  3. Lebih selektif memilih konten yang dikonsumsi, cari yang bikin bersyukur, bukan iri. Cara melindungi diri dari efek ain 
  4. Rutin membaca doa perlindungan dari Rasulullah SAW. 
  5. Membiasakan zikir, terutama saat memuji fisik atau pencapaian orang lain. 
  6. Melakukan ruqyah mandiri jika gejalanya mulai terasa. 
  7. Memperbanyak sedekah, karena disebut bisa menolak berbagai macam bala.

Posting Komentar untuk "Penyakit Ain: Ketika Pandangan Mata Bisa Membawa Bahaya"